Babacakan Sebauah tradisi Masyarakat

“Ketika daun pisang utuh digelar, segera nasi dihamparkan disusul sambal dan ikan yang telah matang di bakar. Pada kondisi inilah personil memposisikan diri dengan formasi yang telah ditentukan”

Babacakan (makan bersama) adalah salah satu gambaran karakter masyarakat Desa, bukan ritual ataupun acara sakral yang diawali dengan sesajian dan baca-bacaan.

Babacakan adalah penjelmaan kearifan lokal masyarakat desa, biasanya babacakan dilakukan ditengah-tengah atau setelah selesai acara bersama seperti setelah melakukan musyawarah, gotong royong, atau momen kumpul pemuda desa.

Babacakan bukan sekedar makan bersama, akan tetapi memiliki makna. Setidaknya menggambarkan kehangatan antar warga masyarakat desa.

Budaya Babacaka banyak dilakukan di berbagai belahan nusantara dengan sebutan yang berbeda-beda. Uniknya budaya babacakan di Pandeglang sangat anti-mainstream dengan tetap mempertahankan pemanfaatan alam seperti menggunakan daun pisang sebagai alas.

Iklan