Tag

, ,

Ada pencuri yang diGEBUKin maling, atau si koruptor menasehati kiyai, Paling gawat kalau kiyai jadi koruptor. Akankah carut marut ini terjadi di negara yang kita cintai, ataukah sudah terjadi, Sebegitu akutkah di negeri kita?

Nongkrong di warung kopi terkadang bagai menjadi undangan ILC, di warung kopi pula seolah menjadi kelas materi politik yang up-to-date.

Pemilik warung seketika menjelma berperan sebagai Karni Ilyas, Ia dengan fasih membuka acara diskusi dengan suatu topik. Pada kesempatan ini adalah “Carut Marut Wajah Politik di Indonesia, Menjelang Pilpres 2019″.

Moderator memaparkan bahwa 2 (dua) bulan menjelang pesta demokrasi para elit politik tak segan-segan telah saling menelanjangi keduanya. Seolah-olah jangankan ada sedikit celah masalah yang dilakukan, ketika tidak adapun maka borok masa lalu diviralkan kembali. Simpulnya ” Apakah Carut Marut Wajah Politik di Indoensia dapat diperbaiki agar kembali menjadi kompetisi politik yang beradab? ”

Jika peperangan tanpa rambu seperti ini terus terjadi maka celah disintegrasi semakin menganga, masyarakat bukan terbelah dua lagi tapi akan menyasar perpecahan yang lebih besar dan public trust terhadap pemerintah semakin tak terbendung.

Masyarakat sudah gusar dengan perang terhadap koruptor yang tiada habis-habisnya, Narkoba yang terus menjatuhkan korban, distorsi nilai yang terus memburuk ditambah saat ini tontonan di media tentang kekacauan dalam konstelasi politik tahun 2019.

Sudah saatnya elit politik dari kubu manapun memahami psikologis masyarakat luas yang sudah lelah akan situasi saat ini. Karena Jika elit di atas saja bagaikan jawara pencak silat dan Jagoan Tinju yang dipertemukan diatas arena, bagaimana masyarakat dibawah jika becermin terhadap perilaku elit di atas maka kekacauan tak dapat terelakkan.

Akan lebih baik pro-kontra yang terjadi dikemas dengan akhlak, sikap santun ataupun etika politik yang mendidik masyarakat kita. Jangan lagi membeli suara masyarakat dengan segepok uang, ataupun membeli simpati masyarakat dengan memfitnah lawan.

Masyarakat kita sudah sangat cerdas dalam menilai situasi.

Iklan