Tags

, , , , ,

Barangkali saja orang akan mengingat tulisanku ini: Akan ada permainan politik oleh orang-orang kriminal dan permainan kriminal oleh orang-orang politik. – Pramoedya Ananta Toer
Politik akan menjadi pusaka bagi putra ksatria bangsa untuk meraih cita-cita, namun politik akan menjadi senjata kejahatan bagi bandit-bandit yang akan merusak tatanan kehidupan bangsa dan negara. – @oji_fahrur

Patologi politik oleh Oji Fahruroji

PATOLOGI POLITIK

Oleh: Oji Fahruroji

Patologi adalah ilmu tentang penyakit, sedangkan Politik adalah pengetahuan mengenai ketatanegaraan atau kenegaraan/pemerintah, serta kebijakan yang berlaku dalam negeri maupun luar negeri oleh penguasa suatu negara (lihat KBBI)

Berdasarkan pengertian di atas kita dapat menarik pengertian mengenai Patologi politik yaitu ilmu yang mempelajari perilaku menyimpang yang dilakukan politisi/pejabat pemerintah dalam menjalankannya tugas-tugasnya yang berdampak terhadap rakyat suatu negara.

Patologi politik Indonesia saat ini begitu kompleks, kusutnya sistem yang berjalan hari ini seperti tidak harmonisnya eksekutif dan legislatif dan rapuhnya yudikatif menjadikan bangsa Indonesia semakin terpuruk. Keterpurukan semakin menjadi-jadi ketika korupsi menjalar liar dalam pemerintahan pusat sampai daerah, kolusi dan nepotisme melumpuhkan sifat integritas dan keadilan bangsa sehingga orang-orang yang tidak tepat menempati posisi-posisi yang strategis di pemerintahan misalnya sehingga nantinya mereka tidak mampu menjalankannya tugasnya, bahkan melakukan penyimpangan seperti korupsi, kolusi, nepotisme, gratifikasi, teror, terjerat skandal prostitusi, kriminalitas, narkoba dan lainnya. Patologi politik dapat pula terjadi melalui kebijakan-kebijakan yang diberlakukan diberbagai bidang dalam bidang investasi misalkan, tentu seharusnya investasi menguntungkan kedua belah pihak dengan melihat dampak secara dalam dan luas jangan sampai tanah air kita menjadi lahan para pengusaha yang memberikan keuntungan tak seberapa namun dampak negatif yang ditimbulkan begitu besar. Tekanan-tekanan luar negeri saat ini begitu nampak ketika pemerintah memberikan ruang seluas-luasnya bagi investor asing bahkan pekerjaannya pun didatangkan dari luar negeri.

Indonesia hari ini membutuhkan figur teladan yang berani bersikap dan berbuat untuk menyelamatkan Indonesia hari ini sehingga sistem yang berlaku hari ini kembali pada rel semestinyanya. Indonesia yang saat ini sebagai negara dengan peringkat berkembang diantara negara-negara lainnya harus paham kapan waktunya untuk memukulkan cambuk pada punggung kuda dan memainkan tali untuk merubah gaya dalam berlari agar segera menyusul negara-negara maju. Dari kacamata politik bangsa kita dapat menjadi bangsa yang adidaya dari bangsa lainnya, dengan potensi alam yang masih sangat kaya meski telah dikeruk pada masa kolonial maupun pasca kolonial, potensi sumber daya manusia yang luar biasa terbukti banyak prestasi yang diciptakan oleh putra bangsa diberbagai bidang dengan cara membuat kebijakan yang tepat sasaran sesuai dengan kondisi bangsa Indonesia hari ini serta menetapkan kebijakan politik luar negeri yang juga menguntungkan bangsa dan negara Indonesia serata menghidupkan segala aspek didalamnya secara bersamaan akan membawa bangsa dan negara Indonesia menjadi adidaya. Indonesia sebagai bangsa dan negara memiliki pedoman hidup dan cita-cita yang saat ini telah jauh ditinggalkan oleh kepentingan politik sekelompok orang. Sudah saatnya bangsa kita kembali pada rumahnya yaitu Pancasila dan Undang-undang dasar sebagaimana yang telah dirumuskan para pendiri negara kita yang apabila dijalankan sepenuhnya akan membawa bangsa dan negara Indonesia menjadi negara yang maju dan mensejahterakan rakyatnya.

Advertisements