Tags

, , , , , , ,

Naskah Syair Lampung karam



Orang banyak nyatalah tentu

Bilangan lebih daripada seribu

Mati sekalian orangnya itu

Ditimpa lumpur, api dan abu


Pulau sebuku dikata orang

Ada seribu lebih dan kurang

Orangnya habis nyatalah terang

Tiadalah hidup barang seorang


Rupanya mayat tidak dikatakan

Hamba melihat rasanya pingsan

Apalah lagi yang punya badan

Harapkan rahmat Allah balaskan.

Naskah berjudul Syair Lampung Karam
Karya : Muhammad Saleh.
Latar belakang Tsunami dan meletusnya Gunung Krakatau tahun 1883
Dicetak dengan menggunakan aksara Jawi (tulisan Arab berbahasa Indonsia / Melayu)
Referensi Kelabai Surat
Ribuan orang menjadi korban musibah mahadahsyat di akhir abad 18 atau 133 tahun silam, digambarkan penduduk satu pulau Sebuku meninggal, mayat-mayat bergelimpangan betapa mengerikan dan dalam syair ini penulis Syair Lampung karam menutupnya dengan mengharapkan rahmat Tuhan yang maha esa atas bencana meletusnya gunung Krakatau tahun 1883 ini terkhusus bagi korban dan menjadi pelajaran bagi yang selamat.

Sya’ir Lampung Karam karya Muhammad Saleh ini begitu Monumental dan menjadi salah satu sumber informasi mengenai kedahsyatan Letusan gunung Krakatau dan dampak yang ditimbulkan baik bagi alam sekitar maupun manusia khususnya untuk daerah Lampung, Sejarah mencatat bahwa dampak letusan yang disusul Tsunami besar juga menerjang pulau Jawa khususnya selat Sunda seperti cilegon, anyer, caringin, Labuan dan wilayah lainnya, beberapa wilayah di selat Sunda digambarkan bangkai binatang dan mayat mengambang dilautan dan pemukiman warga menjadi rata digantikan hamparan lumpur. Karya ini menyadarkan kita bahwa kegiatan literasi dalam berbagai bentuk sangat bermanfaat dikemudian hari. 

Pasca meletus Krakatau tahun 1883 sampai dengan hari ini masih menyisakan misteri yang tersimpan pada gunung sisa letusannya yang terus tumbuh dari tahun ke tahun. Kemajuan ilmu teknologi informasi harus cekatan dalam mengamati perkembangannya agar ketika segala kemungkinan terburuk dapat diminimalisir. Menghargai alam dengan menjaganya adalah kewajiban bagi manusia sehingga alampun pada satu kondisi dapat menjadi penjaga bagi manusia. Semoga Tuhan yang maha esa selalu memberikan petunjuk bagi kita sekalian.


Salam Literasi
 Oji Fahruroji
@oji_fahrur

Advertisements