Tags

, , , ,

Tugu Pertempuran Kadu Buut 04 Maret 1949 (foto: Oji Fahruroji)


Tugu Pertempuran Kadu Buut 04 Maret 1949

Desa Padarincang Kecamatan Padarincang Kabupaten Serang-Banten

Pertempuran Kadu Buut merupakan bagian dari perlawanan bangsa Indonesia dalam periode agresi Militer Belanda ke II. Pasukan Macan Ketawa adalah pejuang di sekitar lokasi tugu tersebut yaitu Kp. Kadu Buut Desa Padarincang Kecamatan Padarincang, kronologi pertempuran pada 04 Maret 1949 terjadi saat konvoi mobil Belanda melewati jalan Palima-Cinangka KM. 33 yang di hadang dengan cara di bom dan penembakan oleh pasukan Macan Ketawa dan yang gugur serta dituliskan namanya dalam tugu tersebut dipimpin oleh Kapten Suwarno dan tiga pasukannya yaitu Tb Arta, Tirta dan Kamsin. Pasukan Macan Ketawa dan masyarakat yang menghadang konvoi Belanda ini tidak menyadari ada satu mobil yang menyelinap naik ke atas bukit dan menyerang para pejuang Macan Ketawa dan akhirnya empat pejuang gugur dimedan tempur. Sebagai bentuk penghormatan pada mereka yang telah gugur dalam perjuangan, ke empat putra bangsa ini di pusarakan di komplek makam pahlawan serang. 

Macan Ketawa merupakan sandi untuk pasukan perjuangan di wilayah Padarincang dan sekitarnya, Pertempuran ini disinyalir sebagai bentuk pengusiran terhadap para penjajah Belanda yang telah bermarkas di daerah Barugbug Padarincang-Serang dan Kp. Kadujangkung Mandalawangi-Pandeglang. Menurut penuturan pak Gunawan SH (Anak dari pelaku sejarah). Pak Atun Lesmana (Budayawan Padarincang) menerangkan bahwa masyarakat Padarincang banyak sekali yang berperan strategis dalam perjuangan melawan penjajah Belanda bahkan sampai keluar Padrincang.

Tugu Pertempuran Kadu Buut ini dibuat pada 20 Mei 1976 dengan pengesahan dari Muspika Kabupaten Serang berdiri di atas tanah berukuran panjang lebarnya sekitar  4 x 4 Meter dengan dipagari besi .  menariknya selain dituliskan nama-nama pejuang yang gugur tugu tersebut bertuliskan kata-kata puitis yang seolah mewakili isi hati sebagai pesan untuk generasi bangsa Indonesia.

PERTEMPURAN KADU BUUT

4 Maret 1949

KAMI HANYA TULANG BELULANG BERSERAKAN TIDAK BISA TERIAK MERDEKA DAN ANGKAT SENJATA LAGI TETAPI SIAPA LAGI YANG TIDAK MENDENGAR DERU KAMI, BERIBU KAMI BERBARING DIPERSADA PERTIWI. 

TERUSKAN…. TERUSKAN PERJOEANGAN KAMI

PAHLAWAN YANG GUGUR DALAM PERTEMPURAN INI.

Penulis merasa bersyukur berkesempatan berkunjung ke lokasi bersejarah di bulan yang bersejarah bagi bangsa dan negara Indonesia yaitu bulan kemerdekaan sehingga ketika melakukan penelitian ini sehingga sangat terasa nuansa kebatinan dan kebangsaan. Semoga kita sebagai putra-putri bangsa mewarisi semangat perjuangan para pejuang meskipun bukan lagi dimedan tempur yaitu perjuangan mengisi kemerdekaan bangsa Indonesia yang telah berusia ke 71 ini. 


Merdeka !!!

Oleh: Oji Fahruroji

Napak Tilas Bersama Kawan-kawan:

  • Azis 
  • Arief Soedirman D. 
  • Ari

Padarincang, 13 Agustus 2016

Advertisements