Tags

, , , , , , , ,

Destinasi wisata Curug di Serang Banten

Oleh: Oji Fahruroji

Saptapesona adalah tujuh poin yang menjadi usaha pemerintah untuk menarik wisatawan datang keberbagai opsi destinasi wisata yang ada di Indonesia. Sebuah kebanggaan bagi bangsa Indonesia karena setiap daerahnya memiliki daya tarik pariwisata terutama pesona alamnya disampingmu wisata sejarah, religi adat istiadat dan lainnya.
Banten adalah salah satu provinsi di pulau Jawa yang memiliki banyak destinasi wisata yang luar biasa baik pesona alamnya. Diujung paling selatan ada Ujung kulon dengan badak Cula satu yang diakui dunia, Pulau Handeleum, Pulau Panaitan, Pulau Umang Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Lesung, pantai Carita, Curug Gumawang, Curug Ciputri, Air Panas Batu Kuwung, Tanjung Kait, Pulocangkir Sawarna, Gunung Pulosari dan ratusan destinasi wisata alam lainnya, selain pesona alam Banten juga menawarkan wisata religi seperti kesultanan Banten, sejarah Caringin, Pulo Cangkir, Prasasti munjul, Batu Tulis Muruy, adat istiadat seperti Baduy dan lainnya. Wajar apabila wisatawan lokal dan mancanegara terus berdatangan mengunjungi berbagai destinasi di Banten namun potensi besar yang telah dimiliki harus dirawat dan dikelola dengan sebaik mungkin agar kelestarian dan keindahannya tetap terjaga sebagai aset.

Sebagaimana judul artikel yang akan kita kaji kali ini adalah ‘Implementasi Saptapesona dan Realitas Pariwisata Kita’ yang masih jauh dari harapan yaitu untuk mengimplementasikan Kemanan, Ketertiban, Kebersihan, Kesejukan, Keindahan, Keramahan, dan Kenangan.

Beberapa lokasi wisata di Banten yang penulis kunjungi mencerminkan betapa masih buruknya pengelolaan wisata seperti kelestarian atau keaslian alamnya, sampah yang berserakan, tata kelola seperti letak parkir dan kios-kios jajanan makanan dan cenderamata, Keamanan sekitar pariwisata, sarana dan prasarana, penyalahgunaan wisata seperti prostitusi dan judi terselubung. Jika potret pariwisata kita tetap dalam kondisi seperti ini maka yang ada bukan sebuah kenangan bagi wisatawan yang ada adalah kesan miring. Bahkan potensi dan aset besar yang dimiliki akan musnah karena manajerial dan kesadaran melestarikan yang kurang dari pengelola maupun pengunjung seperti wisata alam yang mulai hilang keindahannya dan wisata sejarah yang kurang perhatian untuk menjaganya.

Upaya konservasi baik dari pemerintah/P pemerintahan Daerah melalui Dinas terkait maupun dari masyarakat umum harus terus dibangun dengan kesiapan Sumber Daya Manusia yang kompeten, konsep tata kelola dan fasilitas yang lengkap. Selain itu keberadaan pariwisata harus benar-benar memberikan kontribusi nyata terhadap penduduk dan menjaga kearifan lokal masyarakat.

Advertisements