Tags

, , , , , , ,

Sebuah Ironi Kemerdekaan Indonesia Kita

Oleh: Oji Fahruroji

Si Buta, Si Tuli dan Pak Tua

Si Buta meminta pada pak tua

Ceritakan lah bagaimana pak tua ketika muda berjuang mengusir penjajah dari tanah air kita

Pak tua malah bermuka pucat tidak menjawab

Si tuli keheranan ada apa dengan si Buta dan Pak Tua

Si Buta kemudian bertanya pada si Tuli

Bukankah pak Tua ada disini?

Si Tuli memang lah Tuli

Kini pak Tua yang kebingungan

Tidak berguna sepanjang apapun aku bercerita padamu buta, tegas pak Tua

Kami bangga dan menghargai jasa para pejuang dahulu, si Buta merayu

Pak Tua tak menyahut hanya menarik dalam nafasnya

Si Tuli semakin bingung mengapa pak Tua menangis

Pak Tua dengan sedikit berteriak bertanya?

Kalian bangga pada para pejuang dahulu mempertahankan tanah air ini lalu mengapa kalian biarkan penjajah berkuasa kembali saat ini?

Kalian menghargai jasa-jasa para pejuang yang berkorban jiwa dan raga agar anak cucunya bahagia dan aman sentosa, lalu mengapa kalian biarkan pencuri dan pengkhianat berkuasa?

Kemerdekaan hanyalah sebuah kata jika kalian tidak mengisi nya dengan pengorbanan agar cita-cita kemerdekaan menjadi nyata

Tidaklah bermakna sebuah kemerdekaan jika masih ada rakyat menangis kelaparan dan tidur di emperan, anak-anak mengemis di jalanan dan tidak bersekolah karena biaya mahal

Apakah kalian masih akan Buta dan tuli melihat negeri ini dinodai dan diinjak-injak oleh pelacur kekuasaan?

Meskipun kalian telah dibutakan ditulikan oleh keadaan setidaknya kalian masih memiliki hati nurani

Tuhan telah merahmati negeri ini dengan kemerdekaan karena rakyatnya gigih berjuang

Kini tinggal kalian yang buta dan tuli

Apakah kalian mampu membuka hati melihat kondisi Indonesia hari ini?

Menyambut Hari Kemerdekaan Bangsa Indonesia ke 71

Kemerdekaan hanyalah sebuah kata jika kalian tidak mengisi nya dengan pengorbanan agar cita-cita kemerdekaan menjadi nyata.

Salam Indonesia!

Advertisements