Tags

, , , , , ,

Melihat wanita rambut gimbal separuh baya

Tertidur di tanah berdebu depan minimarket 

Aku melintas dengan roda duaku

Selintas berpikir bukankah ia manusia juga? 

Menonton drama berita tentang perjuangan sekelompok manusia

Diujung senjata mereka gantungkan sebuah cita-cita suci

Tontonan yang sulit dipahami mana pemburu dan siapa yang diburu

Akhir kisahnya sebagaimana film aksi ada kemenangan yang bercucuran darah segar

Bercucuran darah dalam perjuangan adalah kebanggaan

Lihatlah penggusuran disana ada yang berdarah-darah bertahan di tanah warisan yang kata negara bukan miliknya

Peperangan sedarah atas nama kehormatan bangsa sesama bangsanya

Mengapa darah seolah tidak berharga karena dapat ditukar dengan kehendak seseorang?

Semua orang apalagi pemimpin memiliki darah yang siap berkorban agar memiliki harga diri dan mamapu mencapai kehendak nya

Namun bagaimana jadinya Jika yang ada adalah dikorbankan bukan pengorbanan

Apa yang akan terjadi bilamana pemimpin tidak lagi memiliki harga diri dimata rakyatnya

Bagaimana akhirnya jika kehendak pemimpin bukanlah kehendak rakyatnya dan rakyat hanya menjadi bahan mainan bagi para penjudi di negeri ini?

Bagai memutar kaset kusut film tentang negeri ini

Jalan cerita yang sulit dipahami

Tak terlihat figur kebanggaan yang menjadi aktor jagoan

Adakah sutradara yang hendak membuat jalan cerita baru negeri ini agar kemudian anak cucu kita menonton film yang membahagiakan?

Sebuah Keresahan: Oji Fahruroji

Advertisements